Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 April 2021

Thank You

 


I wish to have a beautiful journey

A quiet wave so I don't end up sinking

A year full of happiness

But

Life isn't all rainbows and unicorns

Is a huge box that full of surprises

Sometimes you got chocolate but another time you got wasabi

One day you walk on a flower path, but another day you got your feet bleeding because of the thorn

You shold always ready

Because it's like riding a roller coaster

You're up then you're down

The wave is far from quiet

But thank you

Thank you for keeping swim

And keep walking

Although it's hard.

So, instead for hoping rainbow all day,

I wish you to have stronger body and mind

That you could face all of the hardship till the end

Rabu, 23 September 2020

Kita adalah pemberani bukan?

Kadang kita menyesali apa-apa yang telah kita lakukan dalam hidup. 
Tindakan impulsif yang seringkali kita lakukan
Berbagai ketakutan yang sebenarnya tidak berdasar
Hingga kesempatan yang seringkali terlewatkan

Tak jarang kita berpikir, "ah seandainya waktu itu............."

Tapi apakah kemudian kita bisa benar-benar kembali ke masa itu? 
Atau seandainya kita diberi kesempatan lagi, apakah kita kemudian bisa memperbaikinya? 

Kekecewaan kita akan sesuatu yang tidak berjalan lancar adalah hal yang wajar
Toh namanya manusia, pasti punya berbagai macam emosi untuk menggambarkan yang kita alami

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? 

Menyadari kesalahan yang kita lakukan memang terasa tidak nyaman
Terlebih ketika kita mengakui bahwa sebenarnya kita memang bersalah 
Tapi kemudian, kesadaran dan pengakuan yang kita miliki akan ketidakmampuan kita merupakan tahap awal untuk kita maju ke depan
Untuk belajar, agar nanti jika kita dihadapkan pada situasi yang sama, kita mampu menghadapinya dengan lebih baik

Berikan apresiasi pada diri kita
Karena kita mampu melangkah ke depan
Menghadapi ketidaknyamanan yang muncul untuk membuat diri kita tumbuh
Selangkah, demi selangkah
Tidak apa-apa, menghadapi ketidaknyamanan memang tidak mudah
Tapi kita semua hebat, karena berani untuk melangkah

Minggu, 22 Juli 2018

My First Concert Experience

Sesuai sama judulnya diatas, minggu lalu adalah kali pertama aku nonton konser. Yap, pertama kali karena biasanya cuma nonton pertunjukan musik ya pas pensi sekolah doang (sekolahan sendiri pula). Walaupun aku tinggal di Surabaya yang notabene kota besar dan sering banget ada konser, tapi emang dasarnya aku nggak begitu suka yang rame orang, desel-deselan gitu. Jadi, ya itu jadi salah satu alasan kenapa aku nggak pernah nonton konser. Oh iya, satu lagi, aku menganggap lebih nyaman nonton dari TV yang jelas-jelas tempatnya nyaman di rumah dan bisa lihat muka orangnya lebih jelas dibandingkan dengan nonton rame-rame di konser. Bahkan saking nggak berminatnya aku buat menonton konser, aku pernah bilang ke salah satu temen yang waktu itu belain buat nonton konser di negara tetangga "ngapain jauh-jauh nonton ke sana, enakan nonton di TV apa youtube nggak sih bisa lihat jelas orangnya". 

Tapi ternyata lama-lama pengen juga nonton konser. Sebetulnya karena pengen tahu aja gimana sih suasananya konser, sampai banyak banget yang ngebelain nonton konser jauh-jauh ke luar negeri. Akhirnya, nonton konser jadi one of my bucket list. Aku harus nonton konser paling nggak sekali seumur hidup (alay tapi ya gimana ya ehe). Kebetulan waktu itu Ed Sheeran ada rencana konser di Indonesia. Udah siap-siap dong buat beli tiketnya, eh sayangnya belum beruntung buat dapet tiket Ed Sheeran gara-gara jadwal buka ticket box nya bareng sama jadwal PKL. Tapi sayangnya lagi, Ed Sheeran ngebatalin jadwal konsernya gara-gara doi kecelakaan. Yasudah deh belom jodoh buat nonton konser. 

Long story short, setelah keinginan pecah telor nonton Ed Sheeran gagal, akhirnya memutuskan nonton Wanna One. Lah kok jauh banget habis pengen nonton western jadi ke K-Pop? ehehe. Salah satu bucket list aku selain nonton konser adalah nyobain nonton konser K-Pop. Kenapa K-Pop? Ya penasaran aja soalnya pingin tahu gimana hebohnya atmosfer fans-fans K-Pop kalau nonton konser. Soalnya selama ini tahu kalau orang suka K-Pop itu totalnya minta ampun. Alasan kenapa Wanna One ya soalnya baru-baru ini aja ndengerin K-Pop, dan kebetulan ngikutin Wanna One dari zaman Produce 101 dan kebetulan tau lagu-lagunya juga, dann ini kayaknya bakal jadi konser terakhir mereka sebelum disband akhir tahun ini, jadi ya eman aja kalau nggak nonton hehehe. Oh iya, nonton Wanna One ini juga jadi reward buat aku dari aku karena udah berhasil menyelesaikan skripsi (sebetulnya niatnya pengen liburan, tapi karena yang mau diajak liburan pada repot skripsian akhirnya memutuskan nonton konser).

Jadi, setelah niat menonton konser muncul, aku nunggu beberapa saat sampai keluar seat plan dan harganya. Kalau harganya masih masuk akal sama isi dompet, ya oke kalau nggak ya nggak lah (aku masih rasional kalau soal duit-duitan ini wkwk). Kira-kira seminggu sebelum puasa seat plan nya udah keluar. Nah pas lihat harganya kok kampret mahal amat :'))))) tapi ya gimana ya, udah terlanjur kepingin. Kalau melihat kondisi tabungan, jelas aku nggak bakal milih buat beli 2 kategori tiket terdepan. Karena sebelumnya nggak pernah nonton konser akhirnya memutuskan buat cari-cari info dulu enaknya beli tiket posisi yang mana nih. Cari-cari info ini penting biar kita nggak rugi nantinya pas nonton konser. Kan nggak lucu kalau pengennya nonton secara jelas orangnya eh dapetnya posisi yang nggak enak. Ada beberapa saran nih buat tahu posisi mana yang enak buat nonton konser. Pertama bisa tanya-tanya ke temen yang pernah lihat konser dengan venue yang sama dan kondisi seatplan yang sama. Kedua, bisa cari-cari di internet tentang review-review orang yang sudah pernah nonton konser sebelumnya. Ketiga, kalau kamu punya bias tertentu di suatu grup, kamu perhatiin konser-konser mereka sebelumnya, biasmu itu seringnya ada di posisi mana, kiri, kanan atau tengah. Kebetulan aku kemaren cuma pakai 2 cara tadi, cara ketiga nggak aku pakai karena memang niatnya nggak fokus ke satu bias aja, dan dengan kondisi uang yang tidak berlimpah, memang nggak kepikiran sih buat melihat bias sedekat itu hehe. 

Setelah menemukan insight, akhirnya memutuskan buat ambil yang cat 3. Kategori ini termasuk 2 kategori termurah di konser Wanna One kemarin. Memutuskan beli ini ya tentunya harganya lebih murah dibanding yang lain, tapi nggak yang paling belakang. Soalnya kalau ambil yang Cat 2 bakal sayang karena harganya lebih mahal, ya walaupun lebih depan tapi lebih ngoyo menurutku karena dia standing tapi yang paling belakang (dibelakang VIP dan Cat 1). Udah tahu mau beli tiket apa, sekarang waktunya mikir mau beli sendiri lewat web atau lewat jastip. Awalnya aku mau beli sendiri dengan prinsip kalau ga dapet ya udah berarti memang nggak ditakdirkan buat nonton, tapi akhirnya tergoda juga buat pake jastip :))) (soalnya waktu hari H penjualan lagi ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal). Akhirnya malam sehari sebelum penjualan tiket aku cari-cari jastip yang masih bisa buat beli tiket, dan ketemulah kpoptoursby (sebelumnya udah kepo tentang olshop ini karena dia buka tour dari Surabaya ke Serpong buat nonton Wanna One bareng-bareng). Fee yang kudu dibayar buat beli tiket nya 200 ribu. Agak mahal sih, tapi ya kalau nggak mau ribet memang lebih enak pakai jastip karena kalau pakai jastip bisa diurusin sampai jadi tiket fisiknya, jadi kita gausah ribet-ribet buat antri nuker tiketnya. Tapi tetep kudu hati-hati ya buat cari jastip yang trusted.  Masalah jastip ini sebetulnya aku agak worry karena seminggu sebelum konser Wanna One ini temenku ketipu tiket konser EXO yang di Malaysia, tapi Alhamdulillah jastip yang aku pakai trusted. 

Beres sama masalah tiket konser, sekarang saatnya cari akomodasi. Lagi-lagi buat yang nggak mau ribet dan nonton konsernya cuma sendirian, bisa ikut tour. Setahu aku tour ini udah include akomodasi pulang pergi, hotel, dan makan. Kalau dari Surabaya, aku tahunya ya kpoptoursby. Awalnya aku mau ikutan tour, tapi akhirnya memutuskan pergi sendiri karena udah nemu temen hehe. Usahain cari tiket hotel jauh-jauh hari, karena biasanya hotel di sekitar venue bakal penuh kalau lagi ada konser. 

Hari H konser.
Beberapa hari sebelum konser aku udah semangat pengen cari-cari freebies, jadi pas hari H datengnya agak pagian. Jam 12 kurang udah sampai di ICE. Pas sampai di sana, ternyata udah rame banget. Banyak ternyata orang yang jual merchandise mulai dari photocard sampai kaos. Niat awal yang mau nyari freebies jadi batal karena udah mager duluan lihat banyaknya orang ditambah mataharinya lagi terik-teriknya. Akhirnya cuma nunggu tiket kepegang aja (janjian sama jastip sekitar jam 12). Buat yang nggak kuat iman, sebaiknya bawa duit lebih soalnya barang-barang yang dijual lucu-lucu. Tapi kudu pinter-pinter nawar soalnya penjualnya ngasih harga nggak masuk akal kadang-kadang. Aku pun sempat beli beberapa barang karena nggak kuat iman hehe. 

hasil ke khilafan kemarin (beli kipas gede gara-gara panas banget. niatnya beli kipas kecil tapi harganya sama aja)

Bingung mau ngapain lagi di luar, akhirnya memutuskan buat masuk ke dalam venue. Pas masuk ke dalam ini kita nggak boleh bawa makanan sama benda-benda terlarang lain. Ketika udah di dalam kita juga nggak dibolehin buat keluar lagi (ada yang bagian scanning di bagian pintu masuk dan keluar). Di dalam venue ada beberapa cart makanan dan minuman, photobooth, dan stan salah satu sponsor. Sambil nunggu gate masuk ke dalam tempat konsernya dibuka bisa makan dulu atau antri buat foto sama banner Wanna One di photobooth (yang ini aku nggak foto karena antriannya panjang banget. Sayang sih sebenernya karena waktu nunggu buat masuk ke tempat konsernya lama banget). 

Nah, di dalam ruang tunggu ini udah dibagi-bagi gitu per area sesuai dengan nomor antrian dan kategori tiketnya (buat yang beli tiket standing). Aku kira yang Cat 3 dan 4 ada bagian antriannya juga, ternyata nggak ada guys. Jadi yang pegang Cat 3 dan 4 bakal masuk ke tempat konser setelah pemegang tiket VIP, Cat 1, dan Cat 2 masuk ke dalam. Jarak waktu antara mulai masukin orang-orang ke dalam tempat konser ini cukup lama, open gate dimulai pukul 17.00, tapi sampai pukul 18.30an Cat 2 belum selesai dimasukkan. Padahal konser dimulai pukul 19.00. Kami yang memegang tiket Cat 3 dan Cat 4 bingung dong harus kemana karena memang sama promotor nggak diarahkan kami harus kemana. Aku awalnya cuma duduk-duduk aja di pinggir, karena promotornya janji nanti bakal ada pengumuman buat Cat 3 dan 4, tapi ditunggu lama kok nggak ada apa-apa, tapi ada barisan baru di pinggir, dan ternyata itu adalah barisan buat Cat 3 dan 4. Akhirnya ikutan deh antri di situ. 

Pas udah masuk ke dalam tempat konsernya, MasyaAllah. Ku bingung tak bisa berkata-kata. Deg-degan. Hehehe. Nggak nyangka kalau aku beneran nekat buat nonton. Setelah lihat tempatku duduk, jadi bersyukur karena ternyata nggak salah milih beli tiket. Memang sih nggak bisa lihat sampai ke keringat-keringatnya, tapi cukup jelas kok menurutku. Makin bersyukur setelah di tengah jalan konsernya sempet diberhentikan karena penonton yang ada di VIP dan Cat 1 desak-desakan. Untung belinya tiket duduk, jadi bisa nonton nyaman tanpa harus desak-desakan. 



view dari tempat dudukku

Sayangnya sepanjang konser nggak bisa begitu bebas merekam atau foto karena memang peraturan konsernya nggak memperbolehkan itu. Tapi nggak papa, dengan begitu bisa lebih menikmati konsernya. Sepanjang konser cuma bisa tarik nafas dalam-dalam karena ya seseneng itu akutu hehehe :))))))))))). Orang-orang yang biasanya cuma dilihat di TV atau Youtube, sekarang tiba-tiba terpampang nyata dihadapanku. Menyenangkan sih, kalau biasanya pas nonton nggak ada yang diajak nyani karena temen-temen atau keluarga ga suka, kalau sekarang bisa nyanyi bareng-bareng sama banyak orang. Merindiiinggg. Akhirnya aku sekarang tahu kenapa orang-orang suka nonton konser hehehe. 

Highlight konsernya WannaOne pas kemarin itu pas mereka bawain day by day sama pas bagian solonya Jae Hwan. Terlepas aku suka semua penampilan mereka malam itu, ngelihat langsung koreografi day by day bikin khilaf :( seksi amat dan makin bikin cinta (alay se tapi ya memang begitu). Terus Jae Hwan memang nggak ada duanya pas nyanyi. Bagus bangeeet!!! Aku merinding. He can reach the high notes so well and that's made me love him more. Intinya apa yang tak lihat malam itu bikin aku nggak nyesel sudah bela-belain menguras tabungan :')))))))))))).  

koreografinya 18++ nih 

favorit aku pas solo stage nya Jae Hwan

Sudah se itu aja yang bisa tak bagi ke kalian. Terlalu senang aku tuh :)). Memang ya nonton konser bikin makin cinta, tapi ya gara-gara itu ku sedih karena grupnya dah mau bubar :((( Tapi ya nggak papa ya, bismillah they'll gonna have brighter way after this. Min Hyun bakal balik sama Nu'est, Jae Hwan bakal solo, Dae Hwi dan Woojin yang bakal gabung lagi sama Brand New Boys nya dan member-member lain dengan rencananya masing-masing. 


Minggu, 30 Agustus 2015

Ngelindur

'Harusnya kamu lebih banyak bergaul'
 
Ah, aku kira kamu mengerti aku. Harusnya kamu tahu, bukan itu yang aku butuhkan. Atau mungkin maksudmu bukan 'bergaul' seperti yang aku jalani saat ini? Oh, ayolah jika hanya bergaul harusnya kamu bisa melihat seperti apa aku saat ini. Bukan 'bergaul' yang menjadi masalahku kan, tapi caraku berinteraksi di dalamnya yang harus diubah. Mungkin maksudmu seperti itu, kan? 

Tapi jika tidak ya sudah. Mungkin memang kamu tidak benar-benar mengerti aku. Atau aku yang salah memintamu untuk mengerti tapi sendirinya aku tak mau dimengerti. Aku tahu, mungkin kita sama-sama tahu, aku terlalu kuat membangun bentengku. Aku mengajak orang untuk ikut bersamaku tapi aku lupa pintu yang seharusnya bisa dimasuki tidak pernah benar-benar terbuka. Begitu rupanya. 

Ngelindur kamu, meminta orang untuk memahami, tapi tak ada yang dibagi untuk bisa dipahami. 
                                                                                                            

Jumat, 30 Januari 2015

Yang datang dan yang pergi




Ada sesuatu yang harus dilepaskan untuk bisa mengucapkan selamat datang, ada yang harus pergi untuk sesuatu yang akan datang. Terkadang kita terlalu takut untuk kehilangan, kemudian kita mengeratkan genggaman tangan kita, dan saat itu kita lupa bahwa ada tangan-tangan lain menunggu untuk dijabat. 

Senin, 12 Januari 2015

Akankah bersambung?

Kamu dan aku
Aku tahu spasi sudah lama muncul diantara kita
Dan hubung tak pernah ada untuk melanjutkan cerita ini
Koma juga enggan kembali
Karena nyatanya tak ada lagi kata yang bisa dituliskan
Mungkin kini titik yang akan muncul
Karena kamu memang enggan melanjutkan kisah
Lagi-lagi aku meragu
Kali ini keragu-raguanku amat mengganggu
Tunggu, sejak kapan meragu tak mengganggu?
Ah, meragu seolah menjadi candu
Ada belenggu di tiap keragu-raguan
Seolah serah tak mampu mengusir ragu
Seolah mundur yang dirindu
Padahal tanggung masih menggunung
Harusnya kunyalakan lagi tungkuku
Agar ragu cepat hangus
Dan tanggung dapat lekas dipikul

Jumat, 11 April 2014

18

Seninggu lebih sehari yang lalu, nggak kerasa, sudah tanggal 3 bulan 4 lagi. aku bertambah umur lagi. Nggak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini aku nggak begitu excited, mungkin bertepatan dengan simulasi UN, jadi lebih sibuk menghadapi itu daripada menyambut pegantian umur. Tapi memang sejujurnya pikiran sedang terbang kemana-mana. Akhir kelas 3 SMA ini memang sedag chaos.

Sudah 18 tahun sekarang. Umur 18, seharusnya sudah lebih dewasa, sudah harus lebih peka sama lingkungan. Nggak lagi zamannya selfish dan masa bodo sama sekitar. Yang, jelas sudah harus bertanggung jawab sama hidupnya, dan semua keputusan yang diambil. 

Tahun ini, dapet kejutan lagi. Merasa bersyukur punya orang-orang yang sayang sama aku. Walaupun sendirinya sibuk belajar, tapi masih menyempatkan ngasih kejutan. Kalau inget sebentar lagi bakal pisah sama mereka, rasanya super duper nggak ikhlas.

Semoga semua doa yang terucap bisa dikabulkan, dan semoga, yang mendoakan bisa mendapat yang terbaik juga. Yang lagi ujian, semoga lancar dan lanjut ke tujuan yang diimpikan amiin. 


Senin, 12 Agustus 2013

Ini Bukan Rindu

Aku sering lihat berita di TV tentang gempa bumi. Di sekolah juga ada pelajaran tentang gempa bumi. Dari SD kalau nggak salah udah mulai dikenalin tentang gempa bumi. Kalau dibayangin sih ya ngeri, tapi cuma sekedar ngeri. Ya soalnya alhamdulillah di Surabaya jarang atau bahkan nggak pernah kejadian yang namanya gempa bumi. 

Tahun 2005 di Aceh beberapa  saat sebelum tsunami datang memang ada gempa. Terus kemudian tsunami yang meluluhlantakan Aceh. Di Jogja juga gitu. Ada gempa besar sebelum gunung merapi meletus. 

Kalau cuma denger cerita atau lihat di TV tentang korban-korban gempa, bangunan-bangunan yang rusak, dan segala macemnya itu, kita cuma bisa ah oh ngeri prihatin aja. Tapi buat ngerasain langsung? Pasti udah nggak sempet ngeri. Soalnya udah keburu ribet nyelametin diri.

Libur lebaran ini seperti biasa aku ke rumah Embah dari Bapak di Wonogiri, Jawa Tengah. Kalau yang nggak tau Wonogiri itu mana bisa buka peta. Wonogiri ada di deket Solo. Seperti  biasa juga, hari pertama lebaran sholat ied dan lain lainnya, aku sama saudara-saudara jalan-jalan ke tengah kota buat nyari makanan sama ke rumah sepupu yang habis lahiran. Habis itu balik lagi pulang sekitar jam 4 an sore. 

Sampai di rumah kita ngobrol-ngobrol biasa di ruang makan. Sampai tiba-tiba sepupuku yang lagi nge cas bb tanya 'ini lindu ya?' aku yang nggak ngerasai apa-apa cuma bisa ha he ho aja nyante. Tiba-tiba om ku teriak 'LINDU! LINDU LINDUU!!!' otomatis semuanya langsung lari keluar. Di luar udah kedengeran tetangga-tetangga pada buyiin kentongan (biasanya kentongan dipakai buat ngasih kabar kematian, kemalingan, atau bencana alam buat nandain berita yang dikabarin berita apa, ada tanda khusus yaitu berapa kali kentongannya dibunyiin). Di luar aku tetep nggak ngerasain apa-apa. Cuma emang agak nge-fly kayak mau jatuh. Tapi aku nggak ngeh kalo gempa kayak gitu rasanya.

Kalau kata omku, gempa itu biasanya cuma imbas dari daerah lain yang kena gempa. Kayak pas waktu gempa Jogja, disitu juga kena gempa, tapi nggak se keras di Jogja. Besoknya, sepupuku tahu kalau gempa kemarin pusatnya di Pacitan. Di Pacitan sendiri juga lumayan gede gempanya, sekitar 5,4 SR. 

Sebetulnya, sebelum gempa yang ini, di rumah mbahku juga aku pernah ngerasain gempa. Tepatnya 2 atau 3 tahun lalu. Pas itu gempanya lebih kenceng. Sampai geter-geter atapnya. Pas malem-malem pula. Waktu itu aku lagi tidur, tiba-tiba bapak dan om teriak, terus serumah pada keluar. Tapi, aku ketinggalan, keluarnya belakangan. Waktu itu aku takut banget. Aku takut bakal gempa kayak di Jogja, yang semuanya ambruk. Pas balik  mau tidur lagi aku gemeteran, pegangan ibuku. Pokoknya takut banget.

Sepupuku yang kos di Jogja bilang, kalau disana sering gempa. Walaupun kecil-kecil tetep kerasa. Orang-orang yang kayak gini ini yang waspada banget. Ada getaran dikit kerasa. Kemaren juga, dia yang pertama kali kerasa kalau ada gempa. Bukannya berharap sering ngerasain gempa biar bisa waspada, tapi cuma mengambil kesimpulan dari sini bahwa kadang pelajaran tentang gempa dan bencana alam lain nggak bikin kamu ngerti bener. Intinnya banyak-banyakin doa aja sebenernya. Biar siap nggak siap kalau sewaktu-waktu ada bencana, ya tetep harus siap.

Rabu, 03 Juli 2013

kemudian hening

'dek, punya gelang nggak? mau coba bikin hijab kayak itu'
'hah? nggak mbak'
'oo...ancen cowok kok'
'...................................'

******
'rek, caranya nguntel-nguntel rambut pake anduk kayak gitu gimana se rek? aku kok gabisa'
'tundukin kepalamu terus tinggal di plintir-plintir tok handuknya'
'oo gitu ta..' *nyoba*
'lho gak gitu'
'lho yaapa eh. mrusut terus lhoo'
'pasin di telinga'
'lho lak telinganya ketutupan. gaenak'
'westalah, ntar kan bisa dibenain se pas udah selesai'
'lho he tetep mrusut. benain aja wes'
'duh ndin..ndin.. ancen cowok kok'
'...................................................'

******

segitunya ta rek? ya masa kudu rok-an tiap hari, dandan tiap hari, beli asesoris segudang biar nggak dibilang gitu? sedih.... :-----(

Jumat, 14 Juni 2013

(Sweet) Seventeen ?

Kata orang sih, 17 tahun itu spesial. Tapi, ku nggak tau apa spesialnya angka 17. Kata mereka lagi soalnya 17 tahun itu cuma sekali seumur hidup. Tapi menurutku setiap tahun ya cuma sekali seumur hidup. Kata mereka lagi sih 17 tahun itu dimana kita sudah dianggep dewasa. Menurutku lagi sih, nggak semua yang 17 tahun itu tepat untuk dikasih kepercayaan menyandang status dewasa :)))) 

Jadi intinya, 17 tahun itu ya biasa aja kok. Kamu nggak perlu minta pesta mewah di balroom gede yang undangannya orang sekampung. Yang kamu perluin cuma orang-orang yang tulus sayang sama kamu yang mau ngelewatin hari ulang tahunmu bareng-bareng. Orang yang tulus ngasih doanya biar kamu bisa lebih baik. Karena, orang-orang itu, sekalipun kamu nggak pernah minta, bisa aja ngasih kamu kejutan-kejutan kecil yang justru itu bisa ikin kamu merasa.....berarti :")))))))

bersama cewe cewe canteq

wohooo terimakasiih :"")

mbar elek

 Kemudian, kejutannya lagi adalah ketika, kakak laki-lakimu yang sangat tidak so sweet dan tidak pernah mengucapkan ucapan ulang tahun secara panjaang, mengechatmu dengan doanya yang so sweet. Kemudian adikmu tiba-tiba pulang telat sehabis les, dan ternyata itu karena membelikanmu hadiah.... :''')))))))))))))))

Terimakasih untuk semua doa dan perhatiannya. Maaf tidak bisa membalasnya..... Maaf untuk postingannya yang telat.... Andin sayang kaliaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan 

Andin, 17 tahun lebih 2 bulan  lebih 11 hari 

Rabu, 12 Juni 2013

Sebentar Lagi ...

Jadi ceritnya lagi iseng pake laptop Mas, terus pas buka-buka folder, nemu foto-foto lebaran tahun 2011. Sempet tarik nafas, terus mikir cepet banget udah mau ramadhan lagi...rasanya baru kemaren. Tapi jujur, nulan Ramadhan emang paling paling ditunggu-tunggu. Nggak ngerti kenapa, aku suka sama suasana ramadhan. Sahur bareng, buka bareng, ngabuburit. Semua muanya. Habis itu lebaran.. Senang senaaaaaang sekaliii...............Bisa mudik.. Sungkem sama mbah, kumpul sama saudara-saudara......

Niatnya sebenernya nulis post ini cuma mau share foto takbiran di desa sih....

lucunyaaa :#

ngapain dek?

bawa obor

berjalan beriringan


Jadi cara mereka takbiran sih sebenernya nggak jauh beda sama di sini. Sama kayak kita, mereka jalan berkelompok gitu bawa obor dan mengumandangkan takbir tentunya. Tapi mungkin di desa lebih sepi sedikit menurutku. Mungkin karena pas itu lebarannya nggak bareng, jadinya pada nggak serempak juga takbirannya, terus tau sendiri kan di desa itu penduduknya juga nggak gitu banyak, jadi kalau beda-beda gitu, makin gk kedengeran pula takbirannya karena mereka sendiri-sendiri. 

oiyaaa... yang beda itu juga mereka jalan dibelakang pickup yg ngangkut bedug, terus pick upnya dihias, dikasih rumah-rumahan gitu.. Jadi lucuuu!!! Tapi jarak jalannya mereka jauuuuh banget. Jadi mereka jalan dari desa asalnya terus keliling teruuuus sampe notok ga ngerti sampe mana,terus balik lagi...... 

Kalau ngelihat orang takbiran, jadi inget dulu pas SD pernah ikut takbiran di masjid deket rumah, bareng-bareng temen se TPA. Biarpun jalan jauh, seneng soalnya bareng-bareng. Habis itu dapet jajan pula :DD


Senin, 21 November 2011

hmm -______________-

terkadang jika benar-benar muak dengan apa yang mereka katakan, ingin rasanya menyumpal mulut mereka dengan gumpalan kaos kaki. biar saja, biar mereka tahu rasa. apa itu yang namanya teman? apakah seorang teman selalu menertawakan temannya yang lain? apakah seorang teman selalu menjatuhkan temannya dengan statemen bodohnya? apakah seorang teman hanya datang kepada temannya disaat mereka butuh, dan kemudian pergi lagi? apa begitu yang namanya pertemanan?
kalau benar begitu, aku akan benar-benar menjauh . . .

hanya ingin bilang...

jujur, sampai saat ini belum ngerasa sreg dengan orang-orang baru. 
merasa jika, aku bukan salah satu dari mereka. 
merasa jika mereka tidak pernah benar-benar tulus.
merasa sering tidak dianggap.
merasa sering dibully secara tidak langsung.
merasa, selama ini belum benar-benar 'menemukan'

Jumat, 07 Oktober 2011

senior high school









webcaming with my new family, X-1 :D
in these photos: memes, dita, dhea, rama, gilang
taken by memes's macbook
location: my class 




Jumat, 16 September 2011

bussy

hey yeah blog, lama tak menyentuhmu. . .

anak SMA itu ternyata rempooooooooong abis. dulu aja ya waktu SMP, ngga bingung ngerjain tugas. Palingan kalo ngga ngerjain bisa masang muka melas terus ngerayu gurunya. eh sekarang tugasnya selusin -________-, mana gurunya juga belom 'jinak'. dan, ritme belajar anak SMA itu bukan aku bangeet. . . aku kebiasa dapet dari guru, terus diulang. di SMA neranginnya lompat-lompat, ga dikasih catetan, dan yeah intinya kita disuruh nyari semuanya sendiri. ooo -___________________________-

jadi, mungkin aku yang perlu berusaha buat adaptasi se maksimal mungkin yeeah -,- nyamain ritme belajar, kegiatan de el el nya yang bikin rempooooooooong -_-

wassalam,


saritafajarandini :)

Sabtu, 10 September 2011

try with me

"Sesingkat apapun, ketulusan tetaplah ketulusan"

Yeah, that is quote yang tak denger dari salah satu drama korea yang tiap siang diputer di indosiar, Princess Prosescutor. Weits, tapi di post ini aku ngga mau bahas itu. Aku pengen ngartiin arti dibalik quote itu.

Mungkin, kamu, aku, kita semua pernah merasa tersakiti, disakiti-or whatever that- oleh seseorang yang sudah kita percaya.
Atau, kamu menyayangi seseorang, namun seseorang itu hanya menganggapmu teman, sahabat, partner mu ketika mengerjakan tugas, tak lebih dari apapun.

Kemudian kamu merasa kecewa, marah, atau mungkin merasa kamu ingin kalau kamu tak pernah mengenal seseorang seperti mereka. Bahkan kamu menganggap mereka sebagai musuh abadi yang memang sengaja ingin menyakitimu, yah karena kamu merasa seperti habis naik roller coaster, naik setinggi-tingginya dengan cepat, kemudian blak, secara cepat pula kamu berada di dasar lintasan.

Tapi apa kamu pernah berfikir, sedikit saja, bahwa ternyata selama ini apa yang mereka lakukan kepada kita-dibalik perlakuan mereka yang membuat kita terluka- adalah hal yang tulus?

Dulu, mungkin orang yang kamu percaya, yang tiba-tiba menyakitimu, tulus ingin menjadi temanmu,
Dulu, mungkin saja, orang yang kamu percaya, yang tiba-tiba menyakitimu, tulus dengan sabar, siang malam mendengaarkan curhatmu, cerita-ceritamu, sekalipun saat itu dia sedang sibuk
Dulu, sekali lagi mungkin, walaupun tidak sengaja, orang itu sudah menunjukkan perhatiannya dengan tulus padamu.

Mungkin juga, orang yang kamu sayangi, kamu taksir maati-matian, tapi hanya menganggapmu sebagai teman, tulus menginginkanmu jaadi temannya.
Mungkin, dia tulus menyayangimu, sekali lagi, walaupun hanya sebagai temannya.

Jadi, walaupun semarah apapun kamu pada seseorang, jangan menganggap bahwa orang itu tidak pernah berbuat baik padamu, jangan menganggap bahwa dia hanya bisa membuatmu terluka. Coba lihat dari sisi yang lain, temukan ketulusannya.Karena mungkin kalau kita berhasil menemukannya, sekali lagi mungkin, kita akan menjadi seseorang yang lebih baik.

Ajari aku juga untuk melihat ketulusan orang lain. Aku masih belum bisa melakukan itu dengan baik. 


Wassalam, 

Andin :)

Selasa, 09 Agustus 2011

apa kita pernah saling mengenal?

Semua orang pasti berubah. cepat atau lambat, bagaimanapun caranya, perubahan itu pasti akan terjadi, sekalipun kita tidak menginginkannya.

Sekalipun di ujung perpisahan kita berjanji untuk takkan berubah, perubahan itu pasti akan datang
Sekuat apapun kamu berusaha untuk menghindarinya, semua itu pasti akan terjadi.

Sahabat terbaikmu pun, jika masanya sudah datang, akan menjadi satu sosok yang tidak kamu kenal. Mereka akan berubah, pasti, tinggal menunggu waktu saja.

Kenangan tentang mereka memang tidak akan hilang, namun sikap, perhatian, yang mereka punya untuk kita tidak akan sama seperti saat kamu dan sahabatmu mulai merasa cocok satu sama lain.

Suatu saat, akan ada masanya saat kau dan sahabatmu tidak saling bertegur sapa. Akan ada masanya saat salah satu dari kalian bersikap seolah kalian tidak saling mengenal sebelumnya.

Suatu saat . . .saat masa itu tiba

Jumat, 05 Agustus 2011

:)

karena terkadang, niat baik kita tidak selalu dianggap baik oleh orang lain


dapet hikmah ini gara-gara ndengerin curhatnya rama :)

Minggu, 31 Juli 2011

ramadhan 1432 H

besok udah ramadhan lagi. bener-bener nggak kerasa. aaaah seneeeeng bangeeeeeeeeeet nget nget masih bisa ketemu ramadhan tahun ini.. .semoga di ramadhan tahun ini saya bisa berbuat berlipat lipat kebaikaan yang lebih dari ramadhan ramadhan sebelumnya. mohon maaf lahir batin ya gaes. semoga ibadah kita lancar, diterima sama Allah swt . amiiiiiiiiin :DD